Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Loloskan Sabu 1 Kg, AR Kelabui Rekan Kerja

0 522

TARAKAN, rajawalikaltara.com – Perkembangan kasus oknum Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan berinisial AR (48) yang tertangkap di Balikpapan dengan membawa narkotika jenis sabu seberat 1 kg pada Sabtu (10/2) lalu, kini memasuki babak baru. Kali ini Reserse Narkoba (Reskoba) Polda Kaltim langsung terbang dari Balikpapan untuk melakukan rekonstruksi kejadian terkait lolosnya barang haram tersebut dari bandara Juwata.

Dijelaskan Direktur Reserse Narkoba (Dir Reskoba) Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Shaury, ia bersama personil Polres Tarakan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltara (BNNP) melakukan 21 adegan reka ulang di area Bandara Juwata Tarakan. “Mulai dari parkiran sampai di dalam pesawat sudah dilakukan (rekonstruksi),” ujarnya disela-sela rekonstruksi, Rabu (21/2).

Dari rangkaian adegan reka ulang tersebut, diketahui AR membawa sabu dengan cara melilitkan bungkusan paket barang haram tersebut dari balik jaket dan tangan kanannya, Saat pelaku memasuki alat pendetektor, diketahui ternyata AR tidak melalui prosedur. “Saya tidak tahu kenapa engga diperiksa. Kan harusnya diperiksa badannnya, jaketnya dilepas, ikat pinggang. Ini dia (AR) tidak dilakukan (pemeriksaan),” ungkapnya.

Saat disinggung terkait keterlibatan petugas Avsec yang piket pada kejadian tersebut, diakui Ahmad Shaury masih mendalami hal tersebut. Begitu juga dengan adanya unsur kesengajaan untuk meloloskan AR dari pemeriksaan. “4 (empat) saksi (petugas Avsec) sudah kami periksa. Untuk pelaku lain (yang akan menjemput sabu di Balikpapan) masih kami cari,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Bandara Juwata Tarakan, M Auriyaddin Saleh menyatakan, area bandara memiliki 2 (dua) Security Check Point (SCP). Di SCP pertama sebelum memasuki area check in penumpang, AR berhasil lolos pengamatan rekan kerja sesama Avsec dengan beralasan mengantar teman yang hendak berangkat.

“Habis dari SCP pertama, dia (AR) engga langsung check in, tapi mutar-mutar dulu untuk mengindari CCTV. Tapi di SCP 2, dia mengelabui temannya dengan cara mengajak ngobrol, baru dia masuk memutar,” kata Auriyadin.

Lebih lanjut, kata dia, dengan bertugas sebagai Avsec, AR sudah mencari kelemahan pengawasan bandara. Terkait rekan Avsec yang bertugas di SCP 2, masih diperiksa sebagai saksi. Diakuinya, lolosnya barang haram tersebut akibat kelalaian. “Kami akan menunggu hasil dari pemeriksaan Polda, termasuk peran saksi,” lanjutnya.

Disinggung terkait status kepegawaiannya di Avsec, Auriyaddin mengaku akan menunggu surat penetapan tersangka dari Polda Kaltim yang ditembuskan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dirinya juga meminta maaf, dikarenakan awak media tidak bisa memasuki area check in bandara saat dilakukan reka ulang. Dikarenakan hanya penyidik yang berwenang untuk melakukan pekerjaan tersebut.

“Tetap pusat (Kemenhub) yang ambil kebijakan untuk hukumannya. Kalau terkait junior tidak memeriksa senior untuk masuk, itu tidak diperbolehkan dan harus sesuai SOP. Sebelum ada SK pemecatan, gaji (AR) masih kami tahan,” paparnya.(rk1)

Comments
Loading...