Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

22 April Peletakan Batu Pertama Pembangunan RS Tipe B

Pembenahan Gudang Farmasi Ditarget 2 Minggu

0 173

TANJUNG SELOR, rajawalikaltara.com – Menopang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengakselerasikan pembangunan Rumah Sakit (RS) baru di ibukota Kaltara, Tanjung Selor.

RSUD Tanjung Selor yang rencananya bertipe B, akan segera mulai dibangun. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menargetkan peletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah sakit tersebut akan dilakukan pada 22 April mendatang. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-5 Provinsi Kaltara.

Demikian disampaikan gubernur di sela-sela peninjuan lokasi rencana pembangunan RSUD tersebut di Jalan Poros Trans Kalimantan Kilometer (KM) 4 Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, Senin (12/02).

Lahan yang ditinjau tersebut, saat ini tengah dalam proses pematangan. Luasannya mencapai 9 hektare. Lahan ini merupakan hibah dari salah seorang warga Tanjung Selor. “RSUD tipe B ini akan menjadi rumah sakit rujukan kabupaten dan kota di Kaltara. Sementara, ke depan RS tipe B yang sudah ada, yakni RSUD Tarakan akan dinaikkan statusnya menjadi RSUD Tipe A Pendidikan, seperti RSUD AW Syahranie di Samarinda,” kata Irianto.

Gubernur mengatakan, lahan calon rumah sakit tersebut posisinya sangat strategis dan representatif. Berada di pinggir jalan poros Trans Kalimantan, lahan dengan elevasi yang diatur sedemikian rupa ini juga memiliki view yang menarik. Salah satunya, langsung menghadap lokasi Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor di Gunung Seriang.

“Untuk pembangunan fisiknya, akan dilakukan dengan sistem tahun jamak (multiyears) menggunakan dana pinjaman PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur),” ujar Gubernur.

Kepastian pinjaman ini diperoleh, setelah beberapa hari lalu Pemprov dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara menandatangani Berita Acara Nomor 197/  /HK/2018 dan Nomor 160/04/BA/DPRD/2018 tentang Persetujuan Bersama Gubernur Kalimantan Utara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Utara Atas Pelaksanaan Kontrak Tahun Jamak Pembangunan Rumah Sakit Tipe B Provinsi Kalimantan Utara di Tanjung Selor. “Dengan kesepakatan itu, Pemprov dan DPRD siap untuk mendukung percepatan pembangunan RS tipe B guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kaltara dengan fasilitas yang optimal dan memadai,” urai Irianto.

Selain itu, di kesepakatan bersama tersebut juga dicantumkan jangka waktu pelaksanaan kegiatan pembangunan RS tipe B Provinsi Kaltara itu, selama 3 tahun. Sejak 2018 hingga 2020. Sementara sumber dananya dari pinjaman PT SMI yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara. Alokasi anggarannya dilaksanakan selama 4 tahun dengan total mencapai Rp 406.260.504.748,82 (sudah termasuk bunga pinjaman).

“Untuk monitoring, dilakukan oleh Pemprov dan DPRD sebagaimana kesepakatan bersama itu. Sementara pembangunan fisiknya dilakukan DPUPR-Perkim (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) yang berkoordinasi dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk operasional RS ini. PT SMI sendiri, hanya berperan memberikan pinjaman. Tak sampai pada pengawasan,” tuntas Irianto.

Sementara itu, menyusul akan diresmikannya Gudang Farmasi Kalimantan Utara (GFK), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menargetkan pembenahan gudang yang berada di Jalan Trans Kalimantan Kilometer (KM) 2 itu, rampung selama 2 minggu. Karena itu, Gubernur menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara untuk membenahinya. Baik dari segi fisik bangunan maupun penyimpanan obatnya.

Ini disampaikan Gubernur di sela kunjungannya ke GFK kemarin (12/2). Pada kunjungan itu, Irianto didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara Suheriyatna, dan Sekretaris Dinkes dr Andreas Basso. “Saya instruksikan kepada kepala Dinkes, agar pembenahan itu segera dilakukan. Karena penataan obatnya saat ini masih sangat tidak teratur,” ujar Irianto.

INTRUKSIKAN PEMBENAHAN : SERIUS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meninjau Gudang Farmasi di Kilo 4 Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, kemarin (12/2).

GFK sendiri, lokasinya tidak jauh dari lahan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B Tanjung Selor di KM 4. Seperti diketahui, pembangunan gudang obat ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan obat-obatan di Kaltara. “Kebutuhan akan kesehatan sangat penting. Begitu pun dengan obat-obatan. Makanya sangat perlu ada gudang farmasi yang bisa menampung persediaan obat-obatan. Baik untuk saat darurat, maupun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang memerlukan obat,” kata Irianto.

Untuk isi gudang, lanjutnya, selain obat-obatan yang tersedia sekarang, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui instansi terkait juga mengusulkan penambahan persediaan obat-obatan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Selain usul ke pusat, melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) juga kita anggarkan tahun ini. Jadi isi gudang itu, selain dari APBD juga ada dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ujarnya.

Gudang farmasi yang terletak di tepi jalan itu, lanjutnya, dibangun dengan menggunakan APBD Provinsi Kaltara senilai Rp 5.384.700.000. Selain untuk obat-obatan, gudang ini juga telah dilengkapi dengan 6 buah kulkas pendingin atau freezer untuk menyimpan berbagai jenis vaksin. Termasuk melaksanakan pengelolaan, penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian obat dan alat kesehatan. “Ketika persediaan di gudang farmasi kabupaten dan kota berkurang, mereka bisa mengusul ke provinsi,” ujarnya.

Ditambahkan, vaksin yang sudah tersedia di gudang tersebut, antara lain vaksin hepatitis B, vaksin BCG, vaksin polio, vaksin campak, vaksin DT, vaksin TD, vaksin IPV, dan vaksin DPT-HB-Hib. Lalu jenis obat yang ada, antara lain amoksilin, antasida, adam mefenamat, parasetamol, kotrimoksazol, salisil bedak, tetrasikilin dan lainnya. Tersedia pula alat medis seperti syringe, kasa steril, infuset, dan lainnya.

Gudang farmasi ini juga disiapkan sebagai tempat penampungan obat dan alat kesehatan terhadap program rutin yang dilaksanakan di daerah. Semisal program pencegahan malaria, HIV, TBC, dan lainnya. “Untuk program pencegahan penyakit malaria, kita juga ada menyiapkan kelambu. Saat ini tersedia 6 karung kelambu. Persisnya belum kami hitung. Begitu juga dengan program pencegahan penyakit lainnya,” tuntasnya.(humas)

Comments
Loading...