Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Program PKH Bantu Tingkatkan Taraf Hidup Keluarga Pra Sejahtera di Kaltara

0 32
Foto : Spesial

Tanjung Selor- Pemerintah terus berupaya mengentaskan kemiskinan dengan berbagai program bantuan sosial, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) oleh pemerintah pusat yang bersinergi dengan pemerintah daerah sebagai fungsi koordinasi, oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melakukan bimbingan teknis kepada para pendamping agar program pengentasan kemiskinan tersebut tepat sasaran dan bermanfaat bagi rakyat.

“Harapan kita Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini taraf ekonominya meningkat. Terutama pendidikan, kesehatan dan kesejahteraannya. Maka para penerima ini perlu pendamping keluarga harapan,” terang Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Suriansyah.

Kehadiran pendamping PKH agar dapat mempergunakan bantuan pemerintah sesuai dengan keperluan penerima dan tepat guna.

Kisah sukses penerima PKH salah satunya datang dari pendamping PKH asal kota Tarakan Anisa Nur Aini yang bercerita mengenai keluarga yang mengajukan pengunduran diri dari penerima bantuan sosial setelah mampu berdikari secara ekonomi.

“Saya selalu menekankan bantuan bukan segalanya. Dengan motivasi tersebut para penerima bisa bangkit, keluar dari zona kemiskinan. Bantuan pemerintah sangat cukup seperti bantuan tunai, ditambah lagi bantuan non tunai berupa sembako,” ujar Anisa

Anisa menjelaskan bentuk lain bantuan pemerintah berupa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang langsung di dampingi olehnya.

“Berupa warung sembako, yang setiap bulan melayani penerima PKH. Saya ajari pembukuan, cara menyediakan barang dengan harapan ketika program ini tidak ada mereka tetap berdiri. Dari situ mereka berani mengajukan untuk mandiri keluar dari bantuan masyarakat pra-sejahtera,” ungkap Anisa.

Anisa yang telah menjadi pendamping PKH sejak 2016 ini turut menyaksikan peserta PKH yang sukses dibina olehnya sampai dua kali meminta mengundurkan diri sebagai penerima bantuan, karena telah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dari usaha daging ikan yang biasa diolah menjadi beragam produk seperti baso dan empek-empek, yang dirintis selama menerima bantuan.

“Biasanya orang mau seumur hidup terima bantuan, ibaratnya walaupun tidak bekerja tetap ada jaminan. Tapi peserta ini meyakinkan dirinya mampu, akhirnya saya datang melihat langsung usaha si ibu peserta PKH ini dan ternyata benar sudah memiliki usaha ikan bandeng kerok,” tutupnya. (Diskominfo Kaltara)

Comments
Loading...