Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Gubernur Launching Koperasi Kaltara Di Hati, Jawaban Atas Permasalahan Komoditi Rumput Laut Kaltara

0 66
Foto : Spesial

 

TARAKAN – Gubernur Kaltara melihat sektor budidaya rumput laut merupakan hasil laut yang sangat potensial. Kaltara saat ini dirasa sangat siap untuk memasok kebutuhan rumput laut baik secara nasional maupun untuk tujuan negara lain.

Sebagai upaya optimalisasi tersebut dibentuk lah Koperasi Produsen Multi Pihak Kaltara di Hati.

Peluncuran Koperasi ini di launching langsung oleh Gubernur Kaltara Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum, Pada Kamis (16/6/2022).

Gubernur Kaltara sangat mengapresiasi kehadiran Koperasi ini lantaran dinilai akan menjaga kesejahteraan petani rumput laut sert dapat menjaga stabilitas harga rumput laut asal Kalimantan utara (Kaltara).

“Hasil budidaya rumput laut dari Kaltara sangat besar dan menjanjikan. Dengan kondisi ini, kita sangat menginginkan potensi hasil kelautan dan perikanan lainnya juga bisa langsung diekspor dari Kaltara ke luar negeri langsung,” Ujarnya.

Zainal menyayangkan jika selama ini hasil rumput laut dari Kaltara yang dijual melalui buyer di Surabaya, Makassar serta Jakarta tidak memiliki merek asal Kaltara. Sehingga pengemasan rumput laut disana membuat tidak ada yang mengetahui rumput laut itu berasal dari Kaltara.

“Sekarang kenapa tidak dari Kaltara sendiri. Padahal ini kan rumput laut milik nelayan Kaltara. Kan, selama ini rumput laut keluar tanpa merek. Kita upayakan punya merek atau nama, jadi kalau dibuka petinya ada nama Kaltara. Dengan dilakukan ekspor langsung dari Kaltara, maka akan meningkat kesejahteraan petani rumput laut yang ada di Kaltara. Begitu juga harga bisa meningkat dan stabil,” Tuturnya.

Melalui Koperasi ini kedepan, para petani rumput laut di Kaltara akan diberikan pelatihan khusus dari Dinas terkait, sehingga menghasilkan budidaya rumput laut yang terbaik dan layak dalam kemasan agar siap diekspor ke berbagai negara.

Gubernur Kaltara juga mengatakan tak hanya rumput laut, komoditi hasil laut orientasi ekspor yang lainnya pun akan terus dioptimalkan Pemprov Kaltara, seperti Ikan bandeng, Udang, dan Kepiting.

“Tidak cuma rumput laut. Seperti ikan bandeng juga harus bisa di ekspor sendiri. Ini sudah kita kerjasamakan dengan HNSI. Kita tahu bandeng di sini organik semua,” Katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Koperasi Produsen Multi Pihak Kaltara di Hati, Danang Aji Wijaya menjelaskan, tak hanya berorientasi ekspor, Koperasi ini juga akan turut memikirkan kesejahteraan dan meningkatkan pengetahuan serta sarana para petani rumput laut.

“Mereka ini kan butuh alat atau spare part kapal. Selain itu pengadaan pembersihan dan tempat jemur rumput laut. Makanya ink mau kita komunikasi yang paling pas seperti apa,” Jelas Danang.

Danang menyebut, harga rumput laut ekspor dengan kadar air 35 hingga 38, dihargai perkilonya Rp 30 ribuan. Koperasi berencana melakukan kontrak dengan petani rumput laut dengan harga yang sudah disepakati tetapi menunggu harga stabil terlebih dahulu.

“Jadi harganya nanti berapa dan masuknya berapa, kemudian kami hitung transportasinya. Yang penting sama-sama jalan. Biasa itu untuk permintaan dari negara tujuan sebanyak 350 ton perbulan. Tapi pada ekspor perdana ini kami akan mengirim 4 kontainer dulu, dengan berat 80 ton rumput laut,” Sebut Danang.
Danang menambahkan, sementara ini Koperasi Produsen Multi Pihak Kaltara di Hati akan fokus mengekspor hasil rumput laut Tarakan dengan tujuan utama Korea Selatan dan negara China.

“Kita kirim ke Korea, china dan beberapa dan juga ekspor lokal. Untuk ke korea kita kirim yang kadar airnya 35 sampai 38. Rumput laut ini kami ambil dari Tarakan dulu, belum terlalu melebar, takutnya tidak terambil Semua,” Pungkas Danang. (DS)

Comments
Loading...