TARAKAN- Pengurus Besar Lembaga Budaya Melayu Kalimantan (PB LBMK) merupakan sebuah organisasi budaya yang terdiri dari berbagai etnis seperti Tidung, Banjar, Berau, Bulungan, Bajau, Kutai, Paser, dan Melayu Pontianak – turut angkat bicara terkait perkembangan investasi di Kalimantan, khususnya di Kota Tarakan.
Dikatakan Ketua PB LBMK, H. Padlan Hamid menjelaskan, dalam rapat pembentukan Perajurit Hulubalang dan rencana pelantikan Panglima Hulubalang yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan, PB LBMK menilai bahwa investasi berskala besar sangat penting untuk kemajuan daerah, seperti yang pernah dilakukan oleh PT Chipdeco di wilayah Juwata Laut.
Dulu, kawasan ini hanyalah desa biasa, namun setelah hadirnya perusahaan tersebut, kini menjadi Kelurahan Juwata Laut yang mengalami banyak perubahan signifikan, termasuk tersedianya lapangan kerja, pembangunan infrastruktur jalan, serta fasilitas umum lainnya.
Lainnya
Selain PT Chipdeco, kehadiran perusahaan seperti PT. Intraca dan PT. Suwaran juga telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, bahkan mampu menghidupkan kawasan yang dulunya dianggap angker dan terisolasi.
“Saat ini, PB LBMK melihat dengan hadirnya PT. Phoenix Resources International (PRI), sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di tengah menurunnya kondisi ekonomi nasional,”jelasnya.
Masuknya investasi besar ini telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Kota Tarakan, di antaranya:
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan:
1. Penciptaan Lapangan Kerja Investasi industri seperti PT. PRI membutuhkan tenaga kerja yang besar, baik untuk kegiatan produksi maupun sektor pendukung. Hal ini secara langsung mengurangi angka pengangguran. Banyak anak daerah yang kini dapat bekerja dan memperoleh penghasilan layak.
2. Peningkatan Pendapatan Daerah dan Masyarakat Pertumbuhan industri turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran PT. PRI membuat perputaran uang di masyarakat meningkat tajam. Bahkan, harga tanah masyarakat di sekitar kawasan pabrik meningkat drastis hingga berpuluh-puluh kali lipat dibanding sebelumnya
3. Stimulasi Sektor Lain Perkembangan industri PT. PRI juga mendorong pertumbuhan sektor jasa seperti transportasi, logistik, akomodasi, serta teknologi. Efek domino ini sangat menguntungkan bagi perekonomian lokal secara keseluruhan.
Disisi lain, terkait isu lingkungan, PB LBMK menyadari bahwa setiap aktivitas industri tidak lepas dari potensi permasalahan, seperti pencemaran lingkungan. Namun, saat ini pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi lingkungan yang sangat ketat.
“Dari dokumen Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) – Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) hingga AMDAL, semuanya wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan sebelum memulai operasional,” ujarnya.
“Pemerintah juga tidak segan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak mematuhi aturan lingkungan,”tambahnya.
Oleh karena itu, kami mengimbau agar pemerintah tetap menjaga iklim investasi yang sehat dengan melakukan pengawasan ketat dan sesuai standar yang telah ditetapkan Investasi harus tetap didorong, tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(*)
















