23 Mei 2026

Lembaga Budaya Melayu Kalimantan Lakukan Pembentukan Prajurit Hulubalang

by

admin

Rajawalikaltara.com

TARAKAN – Setelah sekitar tiga tahun berkiprah di tanah Kalimantan, sejak di deklarasikan pada Rabu (20/7/2022) dan dikukuhkan pada 22 Desember 2022, kini Pengurus Besar Lembaga Budaya  Melayu Kalimantan (PB LBMK), membentuk Hulubalang

Dalam PB LBMK sendiri diketahui kurang lebih ada 8 etnis suku budaya yang tergabung. Di antaranya ada yang mewakili dari Tidung, Banjar, Berau, Bulungan, Bajau, Kutai, Paser dan Melayu Pontianak.

Sehingga pembentukan prajurit Hulubalang diharapkan dapan ikut memberi warna, selain  menampilkan juga menjadi prajurit pengawal Lembaga Budaya Melayu Kalimantan.

Ketua PB LBMK,  H.Fadlan Hamid, yang juga merupakan salah seorang tokoh masyarakat yang ada di Kota Tarakan. Sore tadi, Kamis (18/9/2025) berlokasi di kediamannya, yang berada Kelurahan Selumit Pantai, melaksanakan pertemuan bersama para tetua pengurus, untuk membahas persiapan pembentukan Prajurit Hulubalang.

Dikatakan H. Fadlan Hamid, jika terdapat kurang lebih delapan etnis melayu yang tergabung dalam lembaga ini berdasarkan mufakat yang berlangsung kurang lebih dua jam menyepakati menargetkan kurang lebih 250 pasukan Hulubalang yang akan disiapkan.

“Kami menamakan Hulubalang sama dengan laskar sebetulnya. Hulu Balang ini bukan istilah baru. Raja-raja zaman dahulu sudah memiliki hulubalang sebagai pasukan pengaman khususnya muslim,” bebernya.

Nantinya,  Hulu Balang ini diperkirakan 8 etnis ini dalam kegiatan kemasyarakatan akan ikut berperan. Seperti misalnya yang terdekat akan ada kegiatan Pawai Budaya maka hulubalang juga akan disiapkan ikut serta membantu pengamana, pengawalan serta mengabdi pada LBMK.

Selain itu, H. Fadlan Hamid usai rapat pertemuan dengan para tetua pengurus lembaga menyampaikan, Lembaga Budaya  Melayu Kalimantan ini, yang akan ditampilkan adalah pelaminan melayu cermin dari lembaga budaya melayu.

Sementara itu, Thamrin yang merupakan salah pengurus LBMK,  menambahkan bahwa suku terbesar di Kalimantan menurutnya di antaranya ada 8 etnis melayu yang mendiami saat ini. Lebih jauh ia menambahkan, panglimanya nanti untuk Hulubalang LBMK bernama Ujang Basri.

Pemilihan panglima dianggap kompeten. Dan bisa mengamankan dan mengawal beberapa persoalan yang terjadi. Ia di kesempatan itu juga menyampaikan  bahwa Hulubalang ini nanti akan berfokus pada bagaimana melestarikan budaya melayu dan dari berbagai aspek.

“Hulu Balang identik dengan laskar pengamanan. Jadi, Hulu itu pemimpin dan Balang itu prajurit. Dalam kehidupan bermasyarakat nanti bergantung juga ketua umum melihat apakah perlu diterjunkan atau tidak karena mereka ada kompeten sendiri. Salah satu persyaratannya misalnya tahan fisik, jadi diterjunkan dalam kondisi tertentu dan tidak bisa sembarangan. Prinsipnya mereka menjaga budaya melayu dan para pengurus karena itu fungsi utamanya,” jelasnya.

Hulubalang dibentuk bukan menjadi preman tegasnya, karena sudah ada tugas yang diberikan.” Yakni berbudaya melayu maka mereka akan bertugas sebagai penyejuk juga,” tutupnya. (*)

Related Post

Tinggalkan komentar