RSUD Dr. Jusuf SK Satu-Satunya Rumah Sakit dI Kaltara Mendapatkan Pengampuan Kemenkes RI

by

admin

Rajawalikaltara.com

Tarakan – RSUD dr. H Jusuf SK memiliki program terapi Trombolisis yang diperuntuhkan untuk pasien dengan diagnosa stroke. Prosedur ini merupakan salah satu prosedur terkini yang efektif dalam penanganan stroke jenis sumbatan (stroke iskemik) dengan memecah gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak.

Dikatakan dokter spesialis saraf RSUD dr. H JSK, dr. Johannes, Sp.N., terapi trombolisis merupakan salah satu program dari Kementrian Kesehatan yang sedang diprioritaskan, karena jika dikerjakan secara cepat dan tepat dapat mengurangi angka kecacatan.

Yang mana Stroke menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Bahkan satu dari 10 kematian disebabkan akibat penyakit stroke. Terlebih pengidap stroke ini cukup tinggi menduduki nomor satu di Indonesia.

“Di Kaltim-Kaltara juga cukup tinggi dibandingkan provinsi lainnya, pada 2018 atau 2020, Kaltara menduduki nomor 5 di Indonesia,”ungkapnya. Tentunya dengan adanya program dari kementerian kesehatan tersebut RSU JK menjadi satu-satunya rumah sakit yang dapat pengampuan dari Kemenkes RI, terutama dalam penanganan penyakit stroke di Kaltara.

Untuk itu, Terapi trombolisis sendiri merupakan penanganan pasien stroke dengan cara memasukan obat ke dalam cairan infus pasien untuk membuka sumbatan di saluran otak.“Jadi ibaratnya ada 100 sel otak yang mati kemudian ada 500 sel yang masih bisa diselamatkan. Jadi trombolisis ini menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan,” tuturnya.

Menurut dr. Johannes, untuk terapi trombolisis ini diharuskan bagi pasien yang memiliki gejala stroke kurang dari 4,5 jam sudah harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Dalam penanganannya, terapi trombolisis di RSUD dr. H Jusuf SK juga telah melayani pasien BPJS Kesehatan.

“Kita ibaratkan pipa rumah yang duigunakan untuk mencuci piring, jika tidak dibersihkan tentunya mengalami penyumbatan, sama seperti pembuluh darah ketika terjadi penyumbatan maka bisa pecah,” ujarnya.(adv)

Related Post

Tinggalkan komentar