Tarakan – Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr. Jusuf SK, merupakan salah satu rumah sakit yang paling lengkap di Kalimantan Utara (Kaltara), yang juga melakukan pemeriksaan operasi Bronkoskopi kepada pasien.
Dikatakan dokter Nila Sp.P sebagai spesialis paru di RSUD dr. Jusuf SK menerangkan jika di Kaltara sendiri banyak terdapat kasus kanker, tentunya dengan adanya alat Bronkoskopi RSUD dr. Jusuf SK, diharapkan tidak ada lagi pasien yang dilakukan rujukan keluar daerah.
Namun hal tersebut jelanakan dokter Nila Sp.P jika hal tersebut balik lagi ke pihak keluarga pasien. Dimana banyak terjadi hal, jika pasien dan keluarga lebih suka berobat herbal terlebih dahulu. Walaupun disisi lain penanganan penyakit kanker jika lebih cepat diatasi, maka tingkat kesembuhannya akan lebih besar. dimana untuk penyakit kanker jika sudah memasuki stadium akhir, maka akan sulit untuk dilakukan penyembuhan.
Lainnya
“Kalau dia masih stadium awal masih bisa disembuhkan, namun berbicara orang Indonsesia secara keseluruhan bukan hanya di Kaltara, jika belum terlalu parah, maka pasien belum mau berobat, bahkan mereka lebih mencari obat herbal agar tidak dilakukan operasi,” jelasnya.
Alasan tersebut di nilai dokter Nila bahwa salah satu penghambat dalam menyebuhkan penyakit kanker pada pasien, dan baru datang kerumah sakit ketika kanker tersebut sudah masuk di satium akhir. Dilanjutkan dokter Nila, jika untuk jumlah dokter spesialis di RSUD dr. Jusuf SK yang sudah melakukan Bronkoskopi baru dirinya, namun dia berharap kedepannya akan banyak dokter yang bisa melakukan pelatihan untuk operasi Bronkoskopi di RSUD dr. Jusuf SK.
Ia juga menambahkan jika dalam proses pemeriksaan kanker menggunakan Bronkoskopi tentunya akan memakan waktu yang panjang, dimana setelah dilakukan pengambilan gambar, akan dilanjutkan dengan pengambilan sempel untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.
“Namun ada beberapa kasus yang kadang kita tidak lakukan operasi, hal ini tergantung dari stadium kanker pada pasien, apakah dilanjutkan dengan operasi ataukah hanya dilakukan kemoterapi saja,” tutupnya.(*)

















