Memahami HIV/AIDS dan Pentingnya Kesadaran dan Pencegahan

by

admin

Rajawalikaltara.com

Tarakan , HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir.

Dijelasakan Dr. Zainal Abidin, Sp.PD selaku dokter di RSUD H.Jusuf SK Tarakan Kalimantan Utara, bahwa Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan  tubuh seseorang,  sehingga sangat mudah terserang penyakit.

Tahap pertama HIV adalah tahap infeksi akut, yang terjadi pada beberapa bulan pertama setelah seseorang terinfeksi HIV, atau selepas seseorang melewati masa inkubasi virus. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi membentuk antibodi untuk melawan virus HIV.

Gejala pada tahap ini muncul 2–4 minggu setelah infeksi terjadi. Penderita umumnya tidak menyadari telah terinfeksi HIV, karena gejala yang muncul mirip dengan gejala penyakit flu, serta dapat hilang dan kambuh kembali. Pada tahap ini, jumlah virus di dalam aliran darah cukup tinggi sehingga penularan infeksi lebih mudah terjadi.

Sedangkan 1 dari 5 gejala minor yaitu untuk orang Dewasa Kehilangan 10 persen berat selama lebih dari 1 bulan tanpa sebab, Diare lebih dari satu bulan, Demam lebih dari satu bulan, baik konstan atau datang-pergi.

Sedangkan untuk gejala pada anak-anak seperti Berat badan rendah, atau pertumbuhan lambat, Diare berat selama lebih dari 14 hari lebih, Demam selama lebih dari satu bulan, sedangkan untuk ciri Gejala minor seperti  Kulit gatal di seluruh tubuh.

Selain antiretroviral, pengobatan infeksi HIV juga akan melibatkan antivirus lainnya, seperti lopinavir-ritonavir. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas obat. Pada umumnya, tes HIV yang paling sering digunakan adalah tes antibodi. Sampel yang digunakan dalam tes antibodi HIV adalah darah atau air liur seseorang. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah mencari antibodi yang diproduksi sistem imun tubuh ketika terpapar HIV.

Nucleic Acid Test (NAT) atau dikenal juga sebagai tes HIV RNA. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi keberadaan materi genetik dari virus di dalam darah. Secara umum, NAT dapat mendeteksi virus sebelum tes antibodi atau antigen/antibodi dilakukan. Tes ini juga bisa mencari keberadaan virus dalam darah dalam waktu 10 sampai 33 hari setelah penderita tertular HIV.(adv)

Related Post

Tinggalkan komentar