Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti

0 111

NUNUKAN -Di penghujung tahun 2019 ini, Kejaksaan Negeri Nunukan kembali memusnahkan berbagai macam barang bukti tindak pidana umum yang perkaranya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Nunukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Nunukan, Kamis (12/12/19).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpim langsung oleh Kajari Fitri Zulfahmi SH MH bersama Kepala Pengadilan Negeri Nunukan, Kasat Reskoba Polres Nunukan, KBO Reskrim Polres Nunukan dan Perwakilan BNNK Nunukan. Secara bersama-sama, barang bukti hasil kejahatan tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke air khususnya sabu-sabu lalu dibuang ke dalam kloset dan sebagian dibakar hingga dihancurkan menggunakan palu godam untuk handphone.

Tercatat barang bukti yang dimusnahkan dari 188 perkara diantaranya yang terdapat barang bukti Narkotika Sabu 97 perkara, Pencurian, Perlindungan Anak, Pemerkosaan, Pembunuhan, Perjudian, Penganiayaan, Pengeroyokan, Penipuan.

Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Fitri Zulfahmi, SH, MH mengatakan, penanganan perkara tindak pidana umum maupun narkotika sebanyak 188 perkara yang barang buktinya dirampas untuk dimusnahkan, jadi ada tiga ratusan lebih perkara yang kita sidangkan barang buktinya ada yang dikembalikan kepada yang berhak, ada yang dirampas untuk Negara, ada juga yang dirampas untuk dimusnahkan.

“188 perkara ini ada sekitar 97 itu perkara Narkotika yang khas sabu-sabu, sebanyak 27 kilogram dari 97 perkara. Hal ini menunjukan Nunukan sebagai pintu gerbang narkotika, ini yang tidak bisa kita tutupi karena memang faktanya demikian,” Katanya.

Disebutkan Kejari, teman-teman dari Bea cukai, TNI AL dan Kepolisian beberapa kali melakukan penangkapan namun itu tetap tidak berkurang, ini karena masyarakat kita masih belum menyadari bahwa itu merusak generasi muda kita, karena yang dipikirkan mereka masalah uang.

Harapan kita untuk menekan angka ini, kita lakukan penindakan preventif dan referensif. Selain itu kita juga harus melakukan penyuluhan terangkum terhadap generasi muda kita dari SD, SMP dan SMA hingga universitas, karena disini yang paling rentan remaja-remaja kita pengaruh dengan obat-obatan. “mereka biasanya sebagai Kurir dan sebagai informasi, ini sudah kita ingatkan ke orangtua dan guru jangan sampai anak-anaknya terlibat dengan Narkotika,” Demikian Kata Fitri Zulfahmi. (rk-1)

Comments
Loading...