Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Guru Diminta Suarakan Capaian Pemprov Secara Objektif

0 23

NUNUKAN – Para guru, dengan kedalaman pemahaman dankemampuan intelijensianya diharapkan dapat menyuarakaninformasi mengenai capaian, program dan kegiatan yang digaungkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sejauh ini kepada masyarakat secara objektif. Ini disampaikanGubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie di hadapan ratusan guru SMA/SMK negeri dan swasta se-Kecamatan Nunukan danNunukan Selatan di ruang pertemuan SMA Negeri 1 Nunukan, Sabtu (7/3) siang.

Tuntutan itu, berbanding lurus dengan apresiasi yang diberikanPemprov Kaltara di masa kepemimpinan Gubernur Iriantoterhadap guru. “Terhadap guru, Pemprov Kaltara memberikanapresiasi yang cukup tinggi. Salah satunya,  dengandikeluarkannya insentif guru. Untuk mengeluarkan insentiftersebut, sejumlah program kegiatan harus diabaikan sementaraini.  Seperti pembangunan Rumjab Gubernur/Wagub jugaSekprov. Termasuk pembangunan gedung kantor Gubernur Kaltara,” kata Gubernur.

Dari 2015, program insentif guru ini direalisasikan PemprovKaltara. Dimana, hampir Rp 500 miliar Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) Kaltara dikucurkan. “Hal inipenting dijelaskan, utamanya Agara para guru dapatmemberikan pendapat objektif atas program yang sudahdilakukan Pemprov Kaltara sejauh ini,” jelas Irianto.

Terlepas dari itu, tingginya apresiasi Pemprov Kaltara terhadapprofesi guru, juga dikarenakan besarnya pengaruh guru terhadapkualitas pembangunan di suatu daerah. Utamanya, dari bidangpendidikan yang berelevansi dengan kualitas sumberdayamanusia (SDM). “Hal ini berelevansi pula dengan tingkatpertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, tingkat kemiskinan, juga peluang investasi. Dengan dukungan guru serta kerja kerasseluruh pihak, sejumlah capaian diperoleh Kaltara. Tak hanya di lingkup regional Kalimantan, tapi juga nasional,” ulas Irianto.

Seperti yang dipaparkan Mendagri belum lama ini, soal IPM. Diungkapkan Gubernur, IPM Kaltara 2019 mencapai 71,15 sekaligus menempatkan Kaltara tertinggi kedua di regional Kalimantan setelah Kaltim. Ini digambarkan dengan tingkatkerukunan yang baik diantara masyarakat yang berbeda kultur, agama dan jenjang pendidikan. Ini juga menggambarkan bahwatingkat pendidikan masyarakat di Kaltara sudah lebih baik daridaerah lain di Kalimantan.

“Jadi, kemajuan Kaltara sudah melampaui daerah lain di Kalimantan yang sudah berdiri sejak lama. Bahkan, APBD Kaltara tergolong terendah di Indonesia. Dari 9 provinsi dengankapasitas fiskal (APBD) terendah di Indonesia, Kaltara beradapada posisi 7,” beber Irianto.

Namun patut disyukuri dengan anggaran yang ada tersebut, Kaltara mampu dibangun seperti saat ini. Hal lainnya, adalahkemampuan seorang pemimpin dalam memimpin daerahnyaharus disertai dengan pengalaman dan daya juang serta kerjakeras.(humas)

 

Comments
Loading...