Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Dari Bakti Sosial Isbat Nikah Massal di Nunukan Induk

Gubernur Beberkan 4 Hikmah Isbat Nikah Massal

0 19

Sabtu (7/3) pagi, sebanyak 40 pasangansuami-istri (Pasutri) memadati ruangpertemuan Kantor Kecamatan NunukanInduk. Mereka mengikuti isbat nikahmassal. Apa hikmah dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Darma WanitaPersatuan (DWP) dan Tim PenggerakKesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltaraini?

 

ABDUL GAFUR, Humas Kaltara

 

MENGUSUNG ajang bakti sosial, DWP danTP PKK Provinsi Kaltara menggelar isbatnikah massal tersebut. Tentunya, bekerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltara.

Berbeda dari gelaran sejenis sebelumnya, di perhelatan tersebut hadir langsung GubernurKaltara Dr H Irianto Lambrie beserta KetuaTP PKK Provinsi Kaltara, sekaligus istriGubernur, Hj Rita Ratina Irianto. Iriantosekaligus didaulat menjadi saksi pernikahanseorang peserta isbat. “Saya ucapkanselamat kepada pasangan yang sudahmelakukan isbat nikah kali ini. Mari ambilhikmah dari kegiatan ini,” ujar Irianto di selakegiatan.

Menurut Gubernur, ada beberapa hikmahyang dapat dicatut dari isbat nikah massalini. Hikmah pertama, isbat dapat menjadipenentu apakah seseorang akan masuk kesurga atau neraka. Ini menjadi bagian dariupaya meningkatkan kualitas kehidupanberagama kita.

Hikmah kedua, akad nikah bagi umat Islam, menjadi bagian penting dari kehidupan kitahingga mati nanti. “Dan, bersyukurlah para pasangan yang hadir pada isbat nikah inikarena disaksikan oleh para pejabat pentingdi lingkungan Pemprov Kaltara jugaPemkab Nunukan. Dan, menjadi buktisahnya pernikahan secara agama dan hukumpositif di Indonesia,” ucap Irianto.

Hikmah ketiga, pernikahan seharusnya tidakdidasarkan pada nafsu ataupun tujuanpolitik. Pernikahan harus didasarkan padadasar rasa suka sama suka, bukandijodohkan dan harus bersandar pada ibadahkepada Allah SWT. “Dari itu, janganmenikah dengan mengedepankan seremonialsemata,” jelas Gubernur.

Hikmah keempat, rumah tangga ibaratnyasebuah kapal yang kokoh. Jangan sampaiterhenti di tengah jalan karena permasalahandan kesulitan apapun. Harus mampumengarungi kehidupan dengan bekerja kerasyang berpegang pada ketentuan agama. “Mesin” yang ada didalam rumah tanggaharus terpelihara baik sehingga rumahtangga mampu berjalan dengan baik. “Bahanbakardidalam rumah tangga harusdipastikan terisi atau terpenuhi.

Didalam membina rumah tangga harusmemilikipeta dan kompasyakni ajaranulama. Lalu harus memiliki bekal yang cukup agar tidak terhenti di tengah jalan. Selanjutnya, nakhoda didalam rumah tanggaharus memiliki kemampuan yang baikdalam membimbing anggota rumahtangganya untuk kehidupan lebih baik di masa depan,” timpal Irianto.(*)

Comments
Loading...