Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Hasil Survei KCI-LSI di Kaltara, Pertahana Unggul 51,5 Persen

0 98

TARAKAN- Pilkada serentak tinggal sepekan lagi. Di Kaltara, 60 persen publik menilai Irianto Lambrie berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir sebagai gubernur. Sebanyak 51,5 persen publik menginginkan pasangan Pertahana Irianto-Irwan kembali terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara.
Demikian hasil survei terkini KCI-LSI Denny JA bertajuk ”Persepsi Keberhasilan Kinerja Petahana dan Peluang para Kandidat Menjelang” yang dirilis Rabu (2/12). “Survei LSI menunjukkan bahwa di atas 60 persen, publik Kaltara memiliki persepsi Irianto Lambrie berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir sebagai gubernur dan 51,5 persen masyarakat Kaltara menginginkan Irianto-Irwan kembali terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara,” kata peneliti LSI Denny JA, Fajar Moestar.
Sebagaimana diketahui, Pilkada Kaltara diikuti oleh tiga pasangan. Pasangan Petahana Irianto-Irawan yang sementara meraih 37,5 persen suara, disusul Zainal-Yansen (23,9%), dan Udin-Undunsyah (19,6%). Survei LSI dilakukan secara tatap muka pada 18-25 November 2020, menggunakan 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Kaltara.
Dengan Margin of Error (MOE) +/- 3,5 persen. Selain survei, KCI-LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif, untuk memperkuat temuan dan analisa. “Dari segmen agama, baik pemilih muslim dan protestan, Irianto Lambrie dinilai berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir. Rata-rata diatas 55 persen pemilih. Pada segmen ini memilik persepsi Irianto Lambrie berhasil,” jelasnya.
Kedua, di segmen usia baik pemilih milenial hingga pemilih lansia menilai Irianto berhasil memimpin Kaltara, rata-rata di atas 50 persen di semua kategori usia. Ketiga, pada segmen tingkat pendidikan, baik dari masyarakat berpendidikan rendah hingga tinggi menilai Irianto berhasil memimpin Kaltara. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin tinggi pula tingkat persepsi keberhasilannya.
Keempat, di segmen profesi persepsi keberhasilan Irianto juga ungguli setiap kategori profesi, rata-rata diatas 55 persen. Kelima, di segmen partai politik mayoritas semua konstituen parpol memilik persepsi akan keberhasilan Irianto Lambrie dalam memimpin Kaltara.
Fajar menjabarkan mengapa petahana masih unggul. “Pertama, tingkat popularitas dan aksebtabilitas Irianto Lambrie sudah berada di puncak. 92,8 persen masyarakat Kaltara mengetahui dan 67,1 persen masyarakat menyukai Irianto Lambrie,” tuturnya.
Kedua, pada kategori personalitas Irianto Lambrie juga unggul di 5 aspek personalitas persepsi, pintar, jujur, tegas, berwibawa, dan menyenangkan melekat pada sosok Irianto Lambrie. Ketiga, tingkat kepuasan akan kinerja Irianto sebagai gubernurjuga di atas 60 persen.
Keempat, dari 25,4 persen masyarakat yang menonton debat cagub dan wagub sebesar 34,2 persen menilai, paslon Irianto-Irwan mengungguli debat tersebut. Namun demikian, dengan sisa waktu 7 hari menjelang finish, dinamika dukungan masih mungkin terjadi. KCI-LSI Denny JA menemukan bahwa ada empat faktor yang bisa mengubah dukungan di akhir menjelang hari H.
“Ketiga faktor tersebut adalah tingkat partisipasi dan golput. Di hari H pemilihan, kandidat yang paling mampu mendatangkan pemilihnya ke TPS akan diuntungkan dan berpeluang meraih suara maksimal. Jika di hari H, ada partisipasi dan golput yang tidak proporsional, maka bisa mengubah dukungan,” kata dia.
Kedua, jika terjadi blunder petahana. Dukungan petahana saat ini masih perkasa. Namun jika ada blunder politik atau tsunami politik, tertentu bisa mempengaruhi dukungan terhadap petahana.
Ketiga, jika ada mobilisasi maha dahsyat oleh kompetitor. Di sisa hari menjelang hari H, hanyalah mobilisasi maha dahsyat (dengan berbagai bentuk), yang mampu mengubah dukungan. Jika kondisi semua calon sama, maka kondisi elektabilitas hari ini sulit berubah. Keempat, perebutan Swing Voters yang harus masih diperhatikan hingga hari H. Karena segmen ini apabila salah paslon bisa mengkonversikan menjadi dukungan terhadap salah satu paslon. Maka paslon tersebut yang akan diuntungkan dan dapat merubah peta dukungan pada hari H.
Sementara itu, LSI melihat ada empat hal yang dapat mengubah suara, yakni, tingkat partisipasi dan golput, perebutan swing voters sebanyak 19 persen, blunder besar dilakukan kubu petahana, serta mobilisasi maha dahsyat yang digalang oleh kandidat lain.
“Mobilisasi maha dahsyat yang dilakukan penantang juga akan mempengaruhi dukungan terhadap petahana. Apabila mobilisasi skalanya sama dengan semua kandidat, maka kondisinya sulit berubah,” terang dia.
“Blunder bisa membuat keunggulan yang dimiliki petahana jadi sirna. Survei menunjukan dukungan terhadap petahana masih perkasa. Jika di sisa akhir menjelang finish, ada blunder besar yang dilakukan oleh petahana. Maka akan sangat berdampak terhadap dukungan terhadap petahana,” tandasnya. (*/rk2)

Comments
Loading...