Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Deddy Sitorus Gelar Reses di Tanah Kuning dan Binalatung

0 88

RajawaliKaltara.com, Bulungan – Warga Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, bisa bernafas lega. Berbagai persoalan yang mereka hadapi akan dicarikan jalan keluarnya oleh Anggota DPR RI Deddy Sitorus. Hal ini terungkap dalam reses yang digelar Sabtu (16/12), di Shima Cafe & Resto, Jalan H Jabba, Tanah Kuning.

Deddy Sitorus yang kali ini datang didampingi H Najamudin dan Ary Yusnita itu juga menyerap aspirasi warga Tanah Kuning. Banyak persoalan yang diungkapkan kepada Anggota Komisi 6 itu. Salah satunya menyangkut masalah agraria.

‘’Tolong kami Pak, masalah harga tanah disini semakin kusus. Kami merasa dirugikan. Sampai-sampai orang tua saya dipenjara selama 6 bulan,’’ ujar Suryani salah seorang warga Tanah Kuning.

Mendengar pertanyaan itu, Deddy Sitorus mahfum. Ia sudah lama mengikuti persoalan ini dari kejauhan. Harga Nilau Jual Objek Pajak (NJOP) selalu menjadi perselisihan. Politisi PDI Perjuangan ini, berjanji akan bertemu Boy Tohir pemilik Adaro, salah satu pengelola Kawasan Industri Hijau di Tanah Kuning-Mangkupadi.

‘’Saya kenal baik dengan Pak Boy Tohir. Nanti coba saya jembatani. Tapi yang namanya perundingan, harus sabar. Masalah tanah ini tidak seperti menggigit cabe, langsung terasa pedasnya. Bapak dan Ibu harus bersabar,’’ ujar Deddy.

Termasuk juga persoalan nelayan tangkap yang merasa dirugikan oleh proyek pengerukan laut. ‘’Hasil kami menurun Pak. Tidak ada ikan dilaut. Gelombang pun semakin tinggi,’’ ujar seorang warga.

Deddy Sitorus melaksanakan reses bersama dengan warga Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan

Deddy mengakui, setiap investasi pasti ada plus dan minus. Namun dia menekankan, untuk KIH Tanah Kuning segala persoalan yang dihadapi rakyat harus segera bisa diatasi.

‘’Jangan sampai proyek triliunan ini masyarakat setempat tidak punya nilai tambah,’’ paparnya.

Sementara itu, usai dari Tanah Kuning, Deddy Sitorus kembali menggelar reses. Kali ini di RT 14 Binalatung, Pantai Amal, Tarakan Timur. Reses ini diikuti ratusan petani rumput laut. Mereka mengeluhkan turunnya harga rumput laut.

‘’Selama kita menjual bahan mentah. Selama itu pula harga dikendalikan oleh para tengkulak. Makanya, untuk menstabilkan harga saya sudah meminta dan disetujui Menteri KKP untuk membangun pengelolaan rumput laut,’’ terang Deddy.

Informasi ini disambut gembira para petani rumput laut. Mereka berharap, Deddy Sitorus dapat menjadi ujung tombak bagi penyelesaikan petani rumput laut.

Reses kali ini berjalan santai. Deddy Sitorus dan warga duduk melantai. Mereka seperti tak berjarak. Sambil menikmati pisang goreng, warga bergantian berkeluh kesah. Termasuk kaum ibu.

‘’Pak Deddy, anak-anak Binalatung masih banyak yang belum dapat Program Indonesia Pintar,’’ tanya Ratna.

Mendengar pertanyaan ini, Deddy Sitorus memanggil Arnoldus Gomez, salah seorang stafnya.

‘’Gomez, segera didata dan selesaikan masalah PIP,’’ tegas Deddy. ‘’Siap. Perintah dilaksanakan,’’ jawab Gomez. (Pai)

Comments
Loading...