Kebutuhan Pegawai Negeri di RSUD dr. H. Jusuf SK Masih Cukup Tinggi

by

admin

Rajawalikaltara.com

TARAKAN- Pegawai di rumah sakit umum daerah dr. h jusuf sk hingga tahun 2024, sekitar 60 persen masih berstatus honorer. Dari jumlah keseluruhan pegawai sebanyak 1.500 orang, pegawai negeri hanya sebanyak 600-an orang.  Sedangkan sisanya masih berstatus honorer dengan pembiayaan gaji masih bergantung pada anggaran badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD dr. h Jusuf SK.

Dikatakan direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.Pk  bahwa pihaknya berharap akan dibuka kuota untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau seleksi calon aparatur sipil negara.

“Saat ini kita harapkan teman-teman dirumah sakit yang honorer ini kita PNS-kan, P3K. Supaya penggajiannya tidak menjadi beban dari BLUD lagi. Bahkan masa bekerjanya juga sudah lama, jadi kami berharap bisa menjadi P3K atau CPNS.

Hanya saja,  yang menjadi masalah saat mendaftar P3K belum tentu formasinya kembali ke RSUD dr. h Jusuf SK. Sehingga terlempar keluar rumah sakit. hal ini yang menjadi alasan para pegawai honorer ini menjadi ragu untuk mendaftar P3K.

“Gaji dan tunjangan yang didapatkan P3K kurang lebih sama dengan PNS. Lain halnya dengan gaji honorer yang terbilang kecil. Sedangkan saat ini pegawai honorer jumlahnya mencapai 900 orang dari total 1.500 orang pegawai RSUD dr. H. Jusuf SK. Sementara ratusan honorer ini yang membantu tugas dan fungsi pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK.,”tuturnya.

Selain itu RSUD dr. H. Jusuf SK juga memiliki cleaning service (CS) dan satpam yang jumlahnya tidak bisa sedikit. Karena memang gedungnya besar dan yang lain. Kemudian juga terdapat banyak tenaga admin yang memang mengelola sistem informasi rumah sakit itu, di setiap ruangan.

Tentunya dengan memaksimalkan kinerja sesuai dengan jumlah pegawai untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, RSUD dr. H. Jusuf SK membagi 3 shift yaitu pagi, siang, dan malam.

“Jadi memang pasti pegawainya banyak, karena tidak hanya satu orang untuk mengatasi semua. Kalau CS itu kita batasi, sekarang ada sekitar 90 an. Karena setiap orang harus ada CS dan satu ruangan tidak satu, terkait kebutuhan.

Untuk itu, pihaknya memastikan akan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan memaksimalkan kinerja yang ada, sambil menunggu dibukanya kuota seleksi pppk dan calon aparatur sipil negara di RSUD dr. H. Jusuf SK.

Related Post

Tinggalkan komentar