Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

KLA Sebatas Penghargaan, Harapan Belum Tercapai, Layak Atau Tidak?

0 328

 

 

Keterangan Gambar : Ilustrasi Stop Ekploitasi Anak

 

Rajawalikaltara.com, Tarakan – Menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat kaltara khusus nya kota Tarakan, Yakni Mengenai Eksploitasi anak yang semakin hari semakin mencengangkan, Mengingat Tarakan telah mendapatkan sebuah penghargaan yakni Predikat Kota Layak Anak, Namun jauh dari kenyataan yang ada, Hal itu Terlihat jika kita melintasi jalan di seputaran ruas protokol ,Pusat hiburan masyarakat bahkan diruang lingkup kerja pemerintah, Beberapa anak masih di katakan dibawah umur sedang membawa sebuah bakul atau keranjang sembari membawa barang jualan atau dagangan yang mereka ingin jual kepada siapa saja yang mereka jumpai. 

 

Berbicara masalah Eksploitasi, Eksploitasi merupakan bentuk penyelewengan hak dari anak-anak yang setiap tahunnya selalu terjadi di seluruh dunia. Mengutip Cambridgeshire Constabulary, eksploitasi anak adalah kondisi saat pelaku (orang dewasa) berusaha mengambil keuntungan dari seorang anak demi keuntungan pribadi mereka sendiri serta suatu tindakan memanfaatkan anak – anak secara tidak etis untuk kepentingan ataupun keuntungan para orang tua maupun orang lain Kondisi itu lah yang saat ini kita saksikan bersama. 

 

Menanggapi hal tersebut Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri yang juga sekaligus menangani perihal bidang pendidikan, agama, kebudayaan, dan kesehatan, Mengatakan ” Dengan ada nya masalah ini diri nya sangat menyayangkan. Menurutnya dengan predikat kota layak anak yang diraih oleh Kota Tarakan pada tahun lalu dan saya kira persoalan ini sudah bisa diselesaikan, menurutnya persoalan eksploitasi ini menjadi PR bagi Pemerintah Kota Tarakan. 

 

ia juga menambahkan dengan ada nya pembangunan taman ramah anak di beberapa titik yang telah disediakan oleh pihak Pemerintah Kota Tarakan agar bisa tepat sasaran dan berguna bagi anak – anak untuk bisa mengembangkan bakat nya “fasilitas sudah dipenuhi, tapi persoalan jangan sampai taman itu hanya dipakai anak-anak berjualan bukan bermain,” ujarnya.

Foto : Hasan Basri Ketua Komite III DPD RI

 

Tim Rajawalikaltara.com berkesempatan menemui serta mewawancarai seorang anak sebut saja Raka (Nama Samaran). Yang saat ini menjadi juru parkir kenderaan roda dua disalah satu pusat pembelanjaan masyarakat

“Saya yang mau sendiri jadi tukang parkir om,Saat di Tanya alasan nya ia mengatakan untuk cari uang agar bisa beli baju sekolah” Pungkas nya, Rabu (11/01/23).

Kurang lebih 1 tahun dirinya melakukan hal tersebut tanpa merasa malu dan gengsi terhadap teman seusianya, Untuk perhari nya ia bisa mendapatkan 40 hingga 50 ribu lalu hasil nya tersebut ia berikan kepada orang tua nya untuk di simpan, Bahkan diri nya menyebut untuk tugas sekolah nya ia bawa sembari melakukan kerjaan nya itu “Tugas atau PR biasa nya saya bawa om kerjakan disini” Tutup nya. (RJK)

 

Comments
Loading...