25 Mei 2026

Pesta Demokrasi 2024 Banyak Diikuti Oleh Generasi Millenial, KPU Bilang Begini

by

admin

Rajawalikaltara.com

IMG 20230214 WA0033 1
Herry Fitrian (Kiri Baju Batik), Sumber Gambar: Andi M.Rizal(RRI TRK)

RajawaliKaltara.com, Tarakan – Kurang lebih 365 hari atau tepat nya 1 Tahun dari sekarang Pesta Demokrasi di Indonesia akan segara dimulai, Pesta Demokrasi pada tahun 2024 mendatang bisa dikatakan Sebagai Pemilu yang mempunyai sedikit berbeda dimana banyak di ikuti oleh para pemuda Generasi Millenial Baik itu Sebagai pemegang suara, Panitia, hingga menajdi Peserta Pemilu baik tingkat Legislatif Eksekutif maupun Yudikatif.

 

Pemilihan umum (Pemilu) 2024 akan menjadi panggungnya para pemuda dalam menentukan pemimpin Indonesia masa depan. Hal ini karena mereka yang masuk generasi Z akan bertindak sebagai pemilih mayoritas. Bersama dengan generasi milenial, generasi Z memperoleh porsi terbesar dari daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 dengan persentase sekitar 40%-50% keseluruhan DPT.

 

Definisi pemuda dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 adalah warga negara Indonesia (WNI) yang memasuki periode pertumbuhan berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pemuda dalam rentang usia 16-30 tahun sebanyak 64, 92 juta atau sebesar 24% di tahun 2021, angka statistik ini menunjukan jumlah populasinya lumayan besar, dengan jumlah tersebut pemuda memiliki posisi strategis dalam Pemilu 2024 terutama dalam menciptakan atmosfer kontestasi yang demokratis.

 

 

Terdapat dua peran politik dapat dilakukan pemuda di Pemilu 2024. Pertama, terlibat kontestasi politik secara langsung menjadi calon anggota legislatif dari pusat sampai daerah. Kedua, menjadi bagian dari kekuatan civil society melakukan pengawasan Pemilu 2024.

 

 

Hal tersebut ditanggapi oleh ketua KPU Tarakan Dalam hal ini Melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Herry Fitrian Armandita Mengatakan

“Kami berharap jika nanti pemuda yang mencalonkan terpilih baik itu duduk Sebagai Wakil Rakyat,Bupati Ataupun Walikota janganlah melakukan hal yang tidak terpuji, seperti Prilaku Korupsi menurut nya sangat di sayangkan sekali jika hal itu terjadi kepada para pemuda kita, Karena pihak penyelenggara dalam hal ini KPU telah memberikan pendidikan politik serta sistem demokrasi yang baik dan secara maksimal namun pada akhir nya masyarakat tidak mendapatkan Sesuai dengan harapan, justru tidak menjadi panutan ataupun contoh ditengah masyarakat, Ujar Herry Saat menghadiri Kegiatan On Air Sapa Kaltara Yang diselenggarakan oleh LPP RRI Tarakan pada Selasa pagi, (14/02/23). (RJK)

 

 

Related Post

Tinggalkan komentar