Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Gubernur Resmikan Rumah Tahfidz Ulul Albab

Gubernur Ingin Rumah Tahfidz Kembangkan Karakter Generasi Kaltara

0 146

TANJUNG SELOR, rajawalikaltara.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara sangat mendukung dan akan membantu pengembangan lembaga pendidikan karakter berbasis agama. Seperti, rumah tahfidz Quran dan lainnya. Ini diungkapkan Gubernur kala menghadiri dan meresmikan Rumah Tahfidz Ulul Albab di Gang Mualaf, Jalan Kolonel Soetadji, Kecamatan Tanjung Selor, Rabu (14/2). “Saya secara pribadi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga Kaltara yang telah berinisiatif untuk membangun rumah tahfidz seperti ini secara mandiri. Sebab, banyak manfaat yang akan dihasilkan dari keberadaannya,” kata Irianto.

Rumah Tahfidz Ulul Albab ini menggunakan gedung yang sama dengan Mualaf Center sekaligus menjadi Sekretariat Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kabupaten Bulungan. “Momen hari ini, patut dirayakan dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Peresmian rumah tahfidz yang diinisiasi BMKT ini, juga patut mendapatkan apresiasi oleh seluruh umat Islam di Bulungan, dan Kaltara pada umumnya,” ujar Gubernur.

Diungkapkan Gubernur, eksistensi rumah tahfidz ini harus menjadi kesempatan yang baik bagi seluruh umat Islam Kaltara, utamanya Bulungan untuk merenungi dan menyadari akan peran penting agama bagi generasi mendatang. Sebab, lewat pembinaan agama yang baik maka generasi muda itu akan menjadi basis untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. “Manusia yang dibangun dengan basis karakter agama, juga akan bahagia di dunia dan akhirat,” jelas Irianto.

Atas hal itu, keberadaan Rumah Tahfidz Ulul Albab wajib didukung dan diperhatikan perkembangannya. Sehingga keberadaannya mampu memberikan kontribusi nyata bagi upaya perbaikan kualitas akhlak, martabat dan perilaku masyarakat Kaltara, khususnya Bulungan. “Saya mengharapkan masyarakat Bulungan dapat menjadi pionir dan berpartisipasi dalam pembangunan kualitas manusia yang baik. Baik, kualitas karakteristik maupun mentalnya,” ujar Gubernur.

Pun demikian, berbagai tantangan patut menjadi perhatian setiap umat Islam, tak terkecuali pengelola rumah tahfidz se Kaltara. Di antaranya, kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini. “Nyaris seluruh informasi di dunia, baik atau buruk mampu diperoleh dalam waktu singkat. Hal ini, secara langsung mempengaruhi karakter generasi yang ada. Disinilah dituntut peran aktif pengelola rumah tahfidz. Tak hanya sebagai tempat untuk menghafal Alquran, tapi juga untuk membagi pengalaman mengenai cara berkomunikasi dan bertoleransi bagi generasi muda Islam,” beber Irianto.

Salah satu ancaman yang paling serius sebagai dampak perkembangan teknologi dan pemahaman agama yang kurang tepat, adalah paham radikalisme. “Harus diketahui, pemerintah telah melakukan berbagai upaya intensif untuk mencegah penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Dimana, penyebarannya diduga bersumber dari umat Islam. Paham inilah yang memicu dan melahirkan terorisme. Yang jelas, sikap radikal bertentangan dengan ajaran Islam,” ulas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur bersyukur karena selama ini masyarakat Kaltara mampu menjaga toleransi beragama dengan baik. Pun demikian, situasi yang dihadapi dalam beragama saat ini, semakin kompleks. Dan kerentanan ini sangat mudah memicu penyebaran pengaruh radikalisme. “Dari itu, Pemprov mendorong perkembangan rumah tahfidz lainnya di Kaltara. Dan, kepada pengelola rumah tahfidz yang ada, harus terus menjaga semangat, keteguhan dan keyakinan untuk terus mengembangkan pengelolaan rumah tahfidz itu. Sebab, kehadirannya pasti akan memberikan banyak manfaat,” ucap Irianto. Di sela meresmikan rumah tahfidz, sebagai bentuk contoh dukungan umat terhadap perkembangan rumah tahfidz, Gubernur beserta istri dan keluarga besarnya menyampaikan infaq untuk 6 unit rumah tahfidz yang ada di Kaltara. Yakni, bantuan berupa uang Rp 5 juta untuk masing-masing rumah tahfidz, Alquran, beserta sejumlah bingkisan.(humas)

Comments
Loading...