Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Gelar Diklat, GP Ansor Tarakan Target Kader Militan

0 189
Setiadi, SE – Ketua GP Ansor Tarakan

TARAKAN, rajawalikaltara.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor kota Tarakan menggelar Diklat Terpadu Dasar angkatan III (DTD-III) di Graha Pemuda KNPI Kampung Empat Tarakan, Kamis (29/3). Acara kaderisasi tingkat dasar bagi para anggota GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini akan berlangsung selama tiga hari sejak 29 Maret hingga 1 April mendatang.

Mengusung tema “Menjaga Keberagaman dan Melawan Hoax Dalam Khazanah Islam Nusantara”, DTD-III diikuti sebanyak 71 kader. Pada diklat kali ini, terdapat 7 kader yang berasal dari Kabupaten Bulungan, sedang sisanya berasal dari setiap kecamatan di kota Tarakan. “Minimal usianya 17 tahun, untuk mengikuti diklat ini. Makanya, selain ada yang sudah bekerja dan mahasiswa, ada juga beberapa peserta dari pelajar,” kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Tarakan, Setiadi, SE.

Menurut Setiadi, dengan program kaderisasi yang diadakan dua kali dalam setahun ini, dirinya berharap para jebolan DTD mampu terjun ke masyarakat di wilayahnya masing-masing dan berperan aktif dalam menjaga dan merawat bingkai keberagaman di wilayah NKRI khususnya di Tarakan dan Kaltara.

Terkait dengan maraknya informasi bohong atau Hoax di media sosial, Setiadi menegaskan, melalui diklat ini, GP Ansor dapat melahirkan kader-kader militan yang turut serta menangkal dan melawan gempuran informasi Hoax. “Kader GP Ansor semua terdata lengkap. By name, by data dan by address. Jadi kalau ada hal-hal yang harus segera kita antisipasi terkait Hoax, dapat segera kita sampaikan ke masyarakat, mengingat jumlah kader kita yang cukup banyak di Tarakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Pusat (PP) Ansor, Khairul Anwar mengatakan, kaderisasi merupakan ruh organisasi sehingga dapat menciptakan kader-kader yang tangguh, bermental kuat serta memiliki perspektif keagamaan dan kebangsaan yang sesuai dengan pendiri bangsa. “Ruhnya Ansor adalah kaderisasi, wajib dilaksanakan. Makanya, yang ditanyakan di setiap jenjang kepengurusan adalah kaderisasi,” ujarnya di hadapan peserta DTD-III.

Khairul mengingatkan kepada para kader untuk selalu mencintai tanah air dengan menunjukkan semangat Islam sekaligus semangat kebangsaan. “Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air itu adalah bagian dari ekspresi keimanan kita, keimanan itu adalah ekspresi keagamaan kita kan, salah satunya dengan cinta tanah air,” jelasnya.

Dirinya juga berpesan kepada peserta diklat agar selalu menghargai dan menghormati keberagaman. “Fitrahnya Indonesia itu ya, keberagaman. Nda bisa dipaksakan jadi satu. Makanya kita harus jaga dan rawat betul keberagaman ini,” sambungnya.

Khairul Anwar juga mengajak para kader Ansor dan Banser untuk selalu menumbuhkan budaya tabayyun. Dengan melakukan tabayyun, diharapkan para kader nantinya menjadi garda terdepan sebagai pembawa pesan untuk melawan dan menangkal informasi hoax.

“Hoax ini kan, berita yang ga bener dianggap bener, makanya kita ingin dari setiap kader Ansor dan Banser jangan menerima kebenaran suatu informasi sebelum melakukan tabayyun. Karena, kalau hoax ini diterus-teruskan, tak hanya sekedar tertipu, tapi juga bisa merusak disintegrasi bangsa,” pungkasnya.(rk3)

Comments
Loading...