Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Operasi Lilin di Tarakan Terbilang Kondusif

0 201

TARAKAN, rajawalikaltara.com – Berakhirnya Operasi Lilin Mahakam 2017 pada 1 Januari kemarin, menyisakan catatan kecil bagi kepolisian Tarakan. Pasalnya, sepanjang operasi tersebut masih didapati pelaku tindak pidana kejahatan, di antaranya kasus gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), pencurian, serta penyalahgunaan narkotika.

Menanggapi hal ini, Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, secara kualitatif selama operasi lilin angka gangguan Kamtibmas menurun sebanyak 16 persen. Dalam arti, pada tahun 2017 hanya ada lima kasus gangguan Kamtibmas dibandingkan tahun 2016 sebanyak enam kasus. “Terkait penganiayaan pada tahun sebelumnya (2016) ada 2 kasus dan tahun ini (2017) ada 1 kasus. Kalau untuk kasus narkotika, sepanjang operasi lilin hanya ada 1 kasus,” ungkapnya kepada Rajawali Kaltara, Kamis (4/1).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Denny, pengungkapan sabu tersebut meliputi barang bukti sebesar 44,13 gram, dua bungkus kecil sabu seberat 2,60 gram serta uang senilai Rp 4.710.000. Rencananya, kelima tersangka (berinisial GP, ER, RA, HJ, dan SD) yang diamankan hendak menjual barang haram tersebut pada malam tahun baru kemarin.

“Selain itu, untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meningkat. Dari sebelumnya (2016) hanya ada satu dan tahun ini meningkat sebanyak dua kasus yang dilaporkan pada Senin (1/1),” beber Ipda Denny.
Dijelaskannya, terkait kasus curanmor yang kian marak menjadi perhatian Kapolres Tarakan. Dalam arti, kasus curanmor pada tahun 2016 lalu hingga sekarang mengalami peningkatan. Akan tetapi, kasus curanmor ini, sebagian besar karena kelalaian para pemilik kendaraan bermotor itu sendiri. “Kan ada Babinkamtibmas untuk menyampaikan pada warga agar jangan lupa mengunci ganda motornya. Pelaku kejahatan kan menunggu saat kita lengah,” tegasnya.

Pihaknya yang mengerahkan sebanyak 79 personil, diakui Denny, sangat terbantu dengan keterlibatan instansi, baik dari TNI, Pemkot Tarakan dan masyarakat Tarakan. “Secara umum, ini (Operasi Lilin Mahakam 2017) lancar sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. Bahkan, di malam tahun baru tidak ada keributan,” pungkas pria berpangkat balok satu ini.(xix)

Comments
Loading...