Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Grab Masuk, Usaha Rental Mobil Siap Merugi

0 522

TARAKAN, rajawalikaltara.com – Wacana masuknya transportasi online (Grab) yang akan mengisi jalan raya di Tarakan, ternyata dianggap mengkhawatirkan bagi pengusaha rental mobil serta angkutan kota (angkot) dari segi pendapatannya.

Menurut Azis, salah seorang supir angkot menuturkan, jika nantinya Grab beroperasi di Tarakan, dirinya sangat khawatir dan tidak setuju. “Kami jelas tidak setuju. Lihat saja sekarang, kami saja jarang ada penumpang naik. Ditambah lagi, nanti kalau ada grab kan jauh lebih nyaman (ber AC) menawarkan harga yang sama,” keluhnya saat dijumpai di depan Pelabuhan Tengkayu I (SDF) Tarakan, Senin (22/1).

Dikatakan Azis, dengan penghasilan tidak menentu, keberadaan grab nantinya bisa mengurangi penghasilan tersebut. “Kadang saya dapat Rp 200 ribu perhari , kadang juga Rp 100 ribu. Bahkan cuma berapa saja kasihan,” katanya.

Menurutnya, jika transportasi online beroperasi di Tarakan sangat tidak cocok. Dalam arti, jika melihat luas Kota Tarakan tidak terlalu besar jika dibanding kota-kota besar seperti di Makassar. “Kalau di kota besar kan masih ada kemacetan, makanya butuh grab yang nyaman. Kalau di Tarakan masih bisa lah terjangkau kalau mau kemana-mana,” ujar pria berjenggot ini.

Di sisi lain, pengurus Koperasi Serba Usaha Pelabuhan Tengkayu, Anas Jamaluddin mengaku tidak keberatan dengan adanya transportasi online. Pasalnya, koperasi yang bergerak di bidang penyewaan mobil miliknya sedikit berpengaruh dengan melihat kondisi di lapangan. “Kan bisa dilihat jumlah penduduk dan luas wilayah masih bisa dijangkau,” tuturnya.

Namun diakui Anas, rekan sesama profesi dia menakutkan jika adanya langganan penumpang dari rental mobil lain diambil oleh grab. “Kalaupun nanti dimonopoli oleh salah satu oknum pasti nanti ada pengurangan pendapatan. Yang tadinya supir rental mencicil mobil bisa terhambat,” ungkap Anas.

Selain itu, ia mengaku, grab ini akan menyebabkan kepadatan lalu lintas di Kota Tarakan. Pasalnya, banyak masyarakat yang akan tertarik masuk grab dengan membeli kendaraan sendiri. “Intinya sah-sah saja. Tapi semua tergantung pemerintah. Saya pribadi akan mengikuti ketetapan dari pemerintah saja nantinya,” pungkasnya.(rk1)

Comments
Loading...