Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Ahli Forensik Nyatakan Bayi Meninggal Akibat Hantaman Benda Tumpul

Perkembangan Sidang Kasus Bayi Dalam Freezer

0 197

TARAKAN, rajawalikaltara.com – Memasuki tahapan persidangan kasus bayi freezer dengan tersangka berinisial SL, kini dihadiri saksi ahli forensik RSUD Tarakan, dr Anwar Djunaidi. Sekitar pukul 14.30 Wita SL juga membeberkan keterangannya.

dr Anwar mengaku, saat dilakukan autopsi pada tubuh bayi malang tersebut ditemukan ada luka memar di bagian kepala. “Kemungkinan bisa kena benda tumpul. Anaknya lahir hidup dan bernafas dan kondisi bayi normal. Saya kira juga bayi memang sudah siap lahir,” ungkapnya saat dipersidangan, Rabu (24/1).

Akan tetapi, lanjut dr Anwar, penyebab kematian bayi tidak bisa diketahui dari hasil forensik. Namun, diketahui bayi tidak sempat mendapatkan perawatan. “Kami juga temukan luka iris saat tali pusar hendak dipotong,” ujarnya.

Namun, saat ditanyai oleh salah satu Majelis Hakim, Fatria Gunawan terkait kemungkinan seorang wanita bisa melahirkan sendiri tanpa ada bantuan medis atau orang lain, kata dr Anwar, bisa saja terjadi. “Tanpa pendarahan atau penyakit bisa saja melahirkan normal,” katanya.

Di tempat yang sama, SL juga mengaku, pada saat kejadian, dirinya merasakan akan kelahiran anak tersebut. Dalam kondisi panik, pada subuh dini hari ia melahirkan anaknya.

“Ingat saya, tidak dengar anak itu nangis. Makanya langsung saya bungkus dan simpan dalam freezer kulkas,” bebernya.

Saat ditanyai Hakim Ketua, terkait alasan tidak mengubur bayi tersebut, SL mengaku tidak ada ruang atau tanah di samping rumahnya. “Kan jauh kalau mau cari tanah kosong, sudah di semen semua. Apalagi mencangkul, saya tidak bisa,” imbuh wanita yang bertempat tinggal di Jalan Lestari, Kelurahan Karang Anyar Pantai ini.

Majelis Hakim pun sempat menanyakan perihal alasan SL tidak menggugugrkan bayinya sejak dalam kandungan. “Saya tidak berani dan tidak tahu cara menggugurkan,” tuturnya.

Untuk diketahui, 2 Agustus 2017 lalu, warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang ternyata sudah disimpan didalam freezer pencucian mobil Jalan Pulau Bunyu sejak Mei lalu.(rk1)

Comments
Loading...