Rajawali Kaltara
Rajawalikaltara.com dengan semangat baru, ingin menyajikan informasi-informasi lugas, terpercaya serta lebih akrab dengan masyarakat Kaltara.

Anggarkan Rp 15 Miliar untuk Bangun Toko Indonesia di Sebatik

0 334

TANJUNG SELOR – Sebuah gagasan yang berlian. Sebagai upaya mengurangi disparitas harga di wilayah perbatasan, sekaligus menumbuhkan cinta terhadap produk dalam negeri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) atas ide dan kebijakan Gubernur H Irianto Lambrie mendirikan Toko Indonesia di perbatasan.
Setelah sebelumnya di Krayan dan telah selesai pembangunannya, tahun ini dimulai lagi pembangunan. Pembangunan Toko Indonesia, digagas H Irianto Lambrie bermula saat melakukan kunjungan ke Krayan pada 2016 lalu. Dia melihat harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi. Kemudian banyaknya produk Malaysia yang lebih mendominasi.

Dari itu terpikir oleh Irianto agar bagaimana masyarakat lebih banyak menggunakan produk Indonesia (dalam negeri) dengan harga yang terjangkau. Solusinya didirikan sebuah pusat perbelanjaan dengan ada intervensi dari pemerintah daerah, salah satunya dengan diberikan subsidi, utamanya subsidi ongkos angkutnya.
“Di Toko Indonesia ini, akan menjual produk dalam negeri. Kemudian untuk harga, karena selama ini terkendala dalam pengangkutan, kita berikan subsidi ongkos angkut. Dengan demikian, harga bisa lebih murah. Dengan harapan, masyarakat di perbatasan nanti akan lebih banyak menggunakan produk dalam negeri,” ujarnya.
Setelah di Krayan, yang rencananya tahun depan sudah dioperasikan, mulai tahun ini telah dimulai pematangan lahan untuk pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.
Selain terjaganya stabilitas harga juga akan berimplikasi pada meningkatnya martabat bangsa yang akan memicu kesadaran untuk bela negara.
Informasi dari Disperindagkop Provinsi Kaltara, pada tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp 4 miliar dari total rencana anggaran sebesar Rp 15 miliar.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara, Mohtari mengatakan pembangunan tahap pertama akan dimulai setelah ditandatanganinya kontrak dengan pemenang tender.
“Pembangunannya bertahap. Anggaran tahun ini untuk timbunan, siring penahan tanah dan pondasi bangunan, termasuk juga pembuatan kolom-kolomnya,” kata dia.
Disebutkannya, bangunan Toko Indonesia akan seluas 2.820 meter persegi (30 m x 94 m). “Lokasinya di Desa Bukit Aru Indah, Sebatik Timur, ini hasil hibah masyarakat. Luas lahan 4.860 meter persegi,” ujarnya.
Konsep bangunannya, tambahnya, akan berbeda dengan Toko Indonesia di Krayan. “Bentuknya terbuka, konsepnya seperti pasar,” imbuh Mohtari. (*/rk2)

Comments
Loading...